Formasi Dan Isyarat – Isyarat atau kode Saat Touring

Formasi Dan Isyarat – Isyarat atau kode Saat Touring

Formasi Dan Isyarat – Isyarat (Kode) Saat Touring

Mungkin buat sebagian orang awan pendara sepeda motor tidak terlalu penting formasi dan isyarat – isyarat atau kode tersebut. Tetapi buat sebagian kelompok atau grup yang hendak mengadakan touring atau perjalanan jauh hal tersebut menjadilah sangat penting. Gunanya apa? Gunanya agar kita dapat tertib dalam berkendara walau kita saat touring. Sebenernya bukan hanya saat touring saja kita harus tertib berkendara saat kita sendiri pun kita harus tertib dalam berkendara dan tetap safty riding (membaca aman).

Nah pada kesempatan kali ini saya akan membagikan formasi – formasi dan isyarat – isyarat saat kalian mengadakan touring. Mungkin buat kalian yang tergabung dalam organisasi komunitas baik itu club, comunity atau independent sangat tidak asing dengan kalimat – kalimat ini dan sudah banyak yang membagikan tips – tips ini, tapi langkah baiknya kita menambah ilmu safty riding kita agar kita menjadi contoh dan plopor berlalulintas yang baik kepada pengguna kendaraan lain.

FORMASI 1 (SATU)

Formasi 1 adalah menggunakan 1 baris kebelakang, yaitu anggota touring hanya membuat 1 berbaris sampai kebelakang dari mulai paling depan (RC) hingga ke belakang (sweeper). Isyarat yang digunakan untuk formasi ini diberikan oleh RC dengan mengangkat tangannya dan mengacungkan satu jari telunjuk ke atas. Dan isyarat ini harus diikuti oleh semua anggota touring hingga sweeper agar semua anggota atau peserta touring tau bahwa RC menggunakan formasi 1 baris.

FORMASI 2 (DUA)

Formasi 2 adalah menggunakan 2 baris ke belakang, yaitu anggota touring berbaris masing-masing 2 dari mulai barisan paling depan RC dan TC sampai ke belakang (sweeper). Jika belum tau singkatan tersebut silahkan baca nama – nama petugas saat touring. Nah jika jumblah anggota peserta touring ganjil, sweeper berada di tengah (di antara dua barisan) sebagi penutup barisan. Biasanya formasi ini diterapkan pada saat lampu merah dan pada saata jalanan sepi ( lengang ) dan aman. Dan isyarat digunakan untuk formasi ini diberikan oleh RC dengan cara mengangkat 2 jari tangan yang terdiri dari jari telunjuk dan jari tengah. Dan isyarat ini diikuti oleh semua anggota turing sampai sweeper agar semua anggta atau peserta tau bahwa RC menggunakan formasi 2 baris.

ISYARAT PENGECEKAN KEBERANGKATAN

1. RC memberikan kode dengan mengacungkan ibu jari atau jempol, bertanda kondisi motor dan pengendara anggota touring telah siap untuk touring atau memulai perjalanan biasanya kode ini sering diganti dengan menyalakan klakson. isyarat di atas diikuti oleh seluruh peserta turing untuk menyatakan dirinya siap memulai perjalanan. Kondisi siap touring atau berkendara adalah : semua perlengkapan anggota telah dipakai (sarung tangan, masker/baf, helm, tas dan sebagainya) dan mesin motor telah dinyalakan (lampu depan telah hidup, lampu hazard bagi RC dan sweeper telah menyalah. Sweeper enginspeksi atau mengecek seluruh anggota dari mulai barisan depan sampai barisan belakang untuk memastikan bahwa semua anggota touring sudah siap (mengacungkan ibu jari). Jika sweeper telah melakukan inspeksi pengecekan kesiapan anggota (jumlah peserta, urutan peserta) maka sweeper kembali kebelakang atau ke posisinya dan memberikan kode siap berangkat kepada RC dengan mengacungkan ibu jari (jempol) atau menyalakan klakson.

2. RC membunyikan menyalakan klason 1 hingga 2  kali sebagai pertanda touring perjalanan dimulai

 ISYARAT – ISYARAT (KODE) SAAT TOURING

Sebenernya banyak isyarat – isyarat (kode) saat kita touring, tetapi tidak semua isyarat (kode) kita gunakan. Maka dari itu kita harus paham dan tau mana kode atau isyarat yang boleh kita gunakan dan mana yang tidak boleh (khusus petugas tertentu).

ISYARAT UMUM

1. Mengarahkan tangan ke arah kanan (tidak mengepal/menggegam)
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring berbelok ke kanan. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

2. Mengarahkan tangan ke arah kiri (tidak mengepal/menggegam)
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring berbelok ke kiri. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

3. Mengangkat tangan dan mengayunkannya kedepan (tidak mengepal/menggegam)
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring berjalan lurus. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

4. Mengangkat telunjuk ke atas dan membuat putaran
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring memutar arah jalan. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

5. Mengayunkan tangan kiri atau kanan kebawah dan keatas lalu kebawah lagi
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring agar memperlambat kecepatannya dan berhati-hati. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

6. Mengangkat tangan dan mengepalkan jari-jari tangan
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring untuk berhenti (stop) atau menghentikan kendaraannya. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

7. Mengarahkan telunjuk ke teling
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring untuk menghentikan penggunaan kelakson. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

8. Mengangkat tangan kiri/ kanan dengan jari terkepal kecuali ibu jari dan kelingking/jari manis
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring untuk menjaga jarak atau memperjauh jarak antara anggota satu dengan yang lainnya. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

9. Menurunkan kaki arah kanan
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring harus berhati – hati diposisi kanan karna ada sesuatu hal yang harus dihindari. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

10. Menurunkan kaki ke arah kiri
Ini adalah isyarat bahwa anggota touring harus berhati – hati diposisi kiri karna ada sesuatu hal yang harus dihindari . Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweeper.

11. Menurunkan kedua kaki kanan dan kiri
Ini adalah isyarat atau kode buat para anggota atau peserta touring bahwa terdapat halangan/ hambatan disisi kiri dan kanan jalan seperti : lubang yang tidak beraturan, marka kaget, polisi tidur, jembatan tidak rata, dan lain – lain. Kode atau isyarat ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh anggota touring sampai ke sweepe.

 NB (Catatan Penting) :

- Pemberian isyarat atau kode merupakan keharusan yang diikuti untuk memberikan kenyamanan dalam berkendara kepada semua anggota touring.

- Pengikutan / penerusan isyarat atau kode – kode yang diberikan harus dan perlu mempertimbangkan keselamatan diri menjaga kemampuan dalam pengendalian kendaraannya masing – masing peserta atau anggota touring.

- Kode atau isyarat berbelok kekanan atau kekiri ini diberikan dengan tangan kanan atau kiri (lihat poin 1 dan 2), jika menggunakan dengan tangan kiri, kalian bisa mengayunkan tangan kiri ke atas kepala menunjuk ke arah kanan dengan jari telunjuk atau sebaliknya.

-  Kode atau Isyarat mengayunkan tangan kebawah dan ke atas lalu kebawah (lihat poin 5). Kode  ini bisa digantikan dengan menurunkan 2 kaki yaitu kanan dan kiri, kode ini sering digunakan sebagai bertanda untuk memperlambat laju kendaraan dikarnakan ada sesuatu hal didepan jalan yang tidak memungkinkan melaju dalam kondisi kendaraan dengan kecepatan lebih.

- Mengacungkan ibu jari adalah tanda kehormatan, bisasanya isyarat ini diberikan kepada pengendara lain sebagai tanda hormat kita kepada mereka.

- Semua kode atau isyarat yang diberikan haruslah dengan mempertimbangkan keselamatan, apa bila tidak dapat meneruskannya isyarat atau kode tersebut kalian bisa mengabaikannya.

ISYARAT ATAU KODE KHUSUS SWEEPER

Kode atau isyarat khusus sweeper maju disamping anggota atau peserta touring, lalu menurunkan tangannya dan mengayunkan kedepan, isyarat ini ditujukan kepada anggota touring disamping dan belakangnya agar mempercepat laju kendaraannya, dan isyarat atau kode ini tidak perlu diikuti oleh peserta atau anggota touring lainnya.

KODE ATAU ISYARAT PARKIR ATAU BERHENTI

1. Mengangkat telunjuknya dan menggerakkannya keleher seperti memotong
Ini adalah isyarat atau kode agar seluruh anggota atau peserta touring agar mematikan mesin kendaraannya. Isyarat atau kode ini diberikan oleh RC.

2. Mengangkat jari telunjuk dan mengarahkan ke atas atau menunjuk langit
Ini adalah isyarat atau kode untuk seluruh anggota touring atau peserta bahwa akan turun hujan dan segera menepi ketempat yang aman. Isyarat atau kode ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh seluruh anggota atau peserta touring.

3. Mengepal jari tangan kecuali ibu jari dan telunjuk dan mengarahkan ketangki bansin
Ini adalah isyarat atau kode untuk seluruh anggota touring atau peserta bahwa seluruh kendaraan agar menepi kepom bensin untuk mengisi bahan bakar. Isyarat atau kode ini diberikan oleh RC dan diikuti oleh seluruh anggota peseta touring.

KODE ATAU ISYARAT KHUSUS LAINNYA

1. Mengangkat tangan tegak lurus dengan jari-jari tangan terlihat (tidak mengepal) Isyarat atau kode ini tanda jika kondisi kendaraan atau pengendara mengalami gangguan/trable. Kode ini terus disampaikan hingga sweeper mendekati. Kode ini tidak perlu diikuti oleh anggota atau peserta tourng lainnya.

2. Mengangkat tangan tegak lurus dan melambai-lambai seperti perpisahan yang biasanya dibarengi oleh kelakson. Isyarat atau kode ini pertanda bahwa pengendara meninggalkan barisan touring. Kode ini tidak perlu diikuti anggota atau peserta touring lainnya.

CATATAN-CATATAN PENTING

1. Memberikan kode atau isyarat harus memperhatikan dan mempertimbangkan keselamatan diri sendiri dan pengendara lain sehingga tidak terjadi insiden kecelakaan akibat usaha memberikan kode atau isyarat.

2. Memberikan Kode atau isyarat diberikan tanpa memicu atau menimbulkan kesan arogansi dan mengintimidasi kepada pengendara lain. Contoh menunjuk pengendara lain agar keluar dari barisan anggota touring.

3 Ketika hendak berhenti tunggun hingga sweeper mendekati, sweeper dan anggota touring yang dimaksudkan memisahkan diri dari barisan dan berhenti di sisi jalan yang aman.

4. Trable : Sweeper akan menentukan kondisi anggota touring yang memberikan isyarat atau kode, jika didapati bahwa anggota atau peserta touring yang memberikan kode memerlukankan istirahat/berhenti, maka sweeper akan menemani sampai dengan selesai. Jika diperlukan bantuan medis/teknis, sweeper akan memanggil Health Officer (HO)/Technical Officer (TC) untuk memberikan bantuan medis/ teknis. Sweeper juga berkoordinasi dengan RC (melalui radio, jika ada atau mendekati RC) atas keadaan anggota pemberi isyarat atau kode.

5. Stop/Berhenti: RC memiliki wewenang tentang keputusan apakah rombongan touring akan berhenti atau melanjutkan perjalanan sampai titik perhentian sementara.

6. Lanjut jalan: Kode atau isyarat belok kiri dan belok kanan dapat diberikan RC pada saat bertemu perempatan, pertigaan, untuk memberikan kode bahwa kelompok turing dapat terus berjalan (dengan menghiraukan rambu, dan kondisi lalulintas). Hal ini bisa diberikan dengan pertimbangan - pertimbangan khusus.

Oke mungkin tu saja itu saja pembahasan saya saat ini mengenai tentang formasi dan kode atau isyarat saat hendak melakukan touring. Apa bila ada yang keliru dalam tulisan saya tolong dibenarkan semua tulisan saya buat dari pemikiran saya pribadai dan panduan bacaan mengenai saftey riding. Buat kalian yang belum tau mengenai nama – nama petugas saat touring silahkan dibaca agar kalian memahami seluruhnya mengenai ssafety riding. Trims







By : AGHOY YMCI DEPOK



Post a Comment

Contact Us

Name

Email *

Message *

Back To Top